kshownow.net
kengsub.com
allkshow.com
To download, you can use IDM latest version, so the download box will automatically appear when you push the play button. :)
Jumat, 28 Agustus 2015
Pengalaman Rekrutmen ODP PT. Bank Mandiri
Pada tahun 2015,
bulan Juli, saya berkesempatan mengikuti rekrutmen yang diadakan oleh Bank
Mandiri untuk program ODP (Officer
Development Program). Program ODP PT. Bank Mandiri merupakan program untuk
mencetak pemimpin masa depan di PT. Bank Mandiri. Dari briefing singkat yang saya ikuti sesaat sebelum memulai walk in interview, staff HRD menyampaikan kepada kami bahwa
program ini dirancang untuk mempersingkat jenjang karir yang harus ditempuh,
sehingga nantinya para kandidat yang lolos program ini akan lebih cepat sampai
ke jenjang pimpinan.
Kesempatan
tersebut saya dapatkan melalui job fair yang
diselenggarakan oleh salah satu lembaga pencari kerja, yakni ECC UGM di kota
Yogyakarta. Rekan-rekan sekalian juga bisa mengakses situs website ECC UGM
melalui link ecc.ft.ugm.ac.id, untuk
mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan di tempat lain . Dari sinilah perjalanan rekrutmen
saya dimulai.
Rekrutmen ODP
Mandiri memang memiliki tahapan yang cukup panjang. Terhitung ada enam (6)
tahapan yang harus diikuti. Namun jika ditambah screening test interview pada saat job fair, maka ada tujuh (7) tahapan seleksi. Jika diurutkan,
tahapan tersebut diantaranya :
a.
Screening
Test Interview
b.
Walk
in Interview
c.
TOEFL
ITP Test
d.
Aptitude
Test with SHL Consultant
e.
LGD
(Leaderless Group Discussion)
f.
Medical
Check Up
g.
Interview
User
Ketika menulis sharing, saya baru lulus pada tahap Aptitude Test, tahap yang secara pribadi saya takuti karena
beberapa kali gagal dalam rekrutmen pekerjaan di tahapan sejenis ini. Berikut
penjelasan masing-masing tahapan:
a. Screening
Test Interview
Tahap ini merupakan
tahap awal seleksi yang sifatnya kondisional. Beberapa informasi yang saya
dapatkan dari teman-teman saya yang mengikuti program ODP Bank Mandiri di
daerah lain dan job fair yang lain
pada tahun 2014, tahap ini tidak mereka lalui. Bisa jadi kebijakan ini diambil
oleh Bank Mandiri dikarenakan jumlah peminat yang cukup banyak pada saat itu,
sehingga pada saat Walk in Interview
jumlah kandidat bisa direduksi dan jalannya Walk
in Interview bisa lebih kondusif.
Pada tahap ini, para
peserta ditanya oleh staff HRD Bank
Mandiri secara face to face.
Pertanyaannya seputar kegiatan selama perkuliahan, pengalaman organisasi,
kelebihan dibandingkan kandidat lain, alasan berkarir di Bank Mandiri, dan lain
sebagainya. Interview ini juga
berlangsung dalam bahasa Inggris. Bagi kandidat yang dinyatakan layak, akan
mendapatkan formulir untuk mengikuti proses seleksi berikutnya di kantor pusat
Bank Mandiri.
Setelah formulir
didapatkan, rekan-rekan jangan lupa untuk memeriksa apakah formulir tersebut
sudah dicetak dengan benar. Saat itu, saya tidak memeriksa formulir yang saya
peroleh. Ternyata formulir saya tidak dicetak dengan benar dan tidak dapat
diisi. Beruntung pihak Bank Mandiri mau mengerti dan memberi saya kesempatan
untuk mengisinya.
Saran saya,
rekan-rekan tetap tenang ketika mengikuti proses ini. Perbaiki kemampuan
berbahasa Inggris secara verbal, dan berikan jawaban yang jujur serta
meyakinkan.
b.
Walk in Interview
Walk in Interview dilaksanakan dua hari setelah saya mendapatkan
formulir tersebut. Setelah mendapatkan
sambutan dari staff yang akan
mewawancarai kami pada hari itu, kami diberikan nomor urut sesuai dengan tempat
duduk ketika menunggu proses walk in
interview. Artinya, jika rekan-rekan datang lebih dulu, maka rekan-rekan
akan mendapat giliran lebih dulu. Proses walk
in interview ini dapat berbeda-beda antara satu dan lainnya.
Sebagai contoh,
rekan saya yang pernah mengikuti rekrutmen pada tahap ini diwawancarai secara
kelompok, satu orang pewawancara dengan lima sampai enam kandidat. Sementara
saya, diwawancarai secara face to face, satu
lawan satu. Pertanyaan yang diajukan pun masih bersifat umum. Rekan-rekan hanya
perlu menjawab sesuai dengan apa yang rekan-rekan pahami. Antara lain seputar
pengalaman organisasi, pandangan rekan-rekan mengenai Bank Mandiri, sukses
terbesar dalam hidup rekan-rekan, dan lain sebagainya.
Pengumuman kelulusan
tahapan ini juga sangat cepat. Sesaat setelah selesai wawancara, rekan-rekan
akan diberitahu apakah lolos atau tidak. Saya pribadi tidak ada persiapan
khusus. Saya hanya membaca buku-buku motivasi untuk menenangkan hati dan
pikiran saya, karena saat itu saya cukup gugup.
c.
TOEFL ITP Test
Kurang lebih satu
minggu setelah Walk in Interview, rekan-rekan
yang lolos diberi kesempatan untuk mengikuti TOEFL ITP Test. Ingat, ini adalah TOEFL ITP, bukan TOEFL biasa.
Tentu saja tingkat kesulitannya lebih tinggi, meskipun jenis yang diujiankan
sama dengan TOEFL biasa. Persiapan
yang matang tentu akan mempermudah langkah rekan-rekan dalam melewati tahapan
ini.
Saya mempersiapkan
diri dengan mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris dan menonton film dalam
bahasa Inggris. Kalau tidak bisa tanpa sub
title, teman-teman bisa menggunakan sub
title bahasa Inggris. Selain itu, saya juga membaca buku ataupun artikel
dalam bahasa Inggris. Cara ini saya tempuh karena saya rasa metode belajar
seperti ini cukup fun dan tidak
membosankan. Tetapi kalau kemampuan bahasa Inggris rekan-rekan sangat pas-pas
an, sebaiknya rekan-rekan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
d.
Aptitude Test
Aptitude test merupakan tes yang
menyerupai tes psikologi yang sering kita temui di proses rekrutmen pada
umumnya. Tes ini memiliki tujuan untuk menilai karakter, motivasi dalam
bekerja, kemampuan analisis, dsb. Jika rekan-rekan ingin memahami cara
mengerjakannya, rekan-rekan dapat mencoba simulasi yang disediakan secara
gratis di situs SHL.
Pada
tes ini, saran saya rekan-rekan jangan memaksakan diri untuk mengisi semua
jawaban. Sesuai dengan petunjuk di kertas soal, rekan-rekan mengisi hanya pada
jawaban yang rekan-rekan rasa benar. Tidak ada penjelasan apakah terdapat
sistem pengurangan poin, namun untuk amannya, lebih baik mengikuti aturan main
yang berlaku.
SHL,
yang dibagi atas tiga bagian, yakni analisis verbal, analisis numerikal, dan
kuisioner motivasi, memerlukan ketelitian dan kecermatan kita dalam
mengalokasikan waktu, khususnya pada bagian analisis numerikal. Pada bagian
ini, rekan-rekan akan dihadapkan dengan beberapa data statistik, kurang lebih
sepuluh statistik, dan rekan-rekan diminta untuk menjawab pertanyaan
berdasarkan statistik tersebut. Ada kurang lebih 35 soal yang rekan-rekan harus
jawab dalam waktu 30 menit, dan pertanyaan itu akan diacak dan tidak berurutan.
Misalnya, pertanyaan pertama untuk data statistik pertama, pertanyaan kedua,
mengacu pada data statistik ketiga, pertanyaan ketiga, mengacu pada data
statistik pertama.
Untuk
mempersingkat waktu, lebih baik rekan-rekan fokus pada pertanyaan yang diajukan
untuk data statistik yang rekan-rekan pahami. Jangan terbawa alur soal. Dan
jika dirasa sulit dikerjakan dan memakan waktu, tinggalkan saja. Saya sendiri
menjawab hanya 25 soal, dan dari 25 soal itu tidak tahu berapa yang benar.
Namun, karena aturan mainnya “hanya mengisi yang anda yakin benar”, maka saya
biarkan saya jawaban yang lain kosong.
Yang
harus rekan-rekan perhatikan, sebelum memulai ujian aptitude rekan-rekan sekalian sudah siap secara mental (ketenangan
) dan sarapan pagi. Karena ujian akan memakan waktu cukup lama, sekitar empat
jam. Dan saat itu, saya membaca saran di website
SHL bahwa memakan dark coklat
sebelum ujian juga dapat membantu rekan-rekan lebih rileks dan santai
menghadapi ujian ini.
e.
LGD (Leaderless Group Discussion)
Pada tanggal 4 Agustus 2015, LGD
test akhirnya dilaksanakan. Cukup banyak kandidat yang bertahan di tahap ini.
Tes yang dilaksanakan selama tiga hari ini dibagi ke dalam sembilan kelompok
masing-masing kelompok terdiri dari sepuluh orang, dimana satu harinya ada tiga
kelompok yang menjalani tes. Kelompok saya mendapat kesempatan di hari kedua.
Khusus untuk peserta kaum adam pada hari saya tes, jumlahnya hanya enam orang
(termasuk saya) dari tiga puluh kandidat, jumlah yang sangat sedikit menurut
saya. Kelompok yang dibagi berdasarkan urutan abjad ini terdiri atas dua orang
laki-laki dan delapan orang perempuan setiap kelompoknya.
Persiapan
saya cukup matang untuk menghadapi tes kali ini. Saya mempersiapkan diri dengan
membaca buku-buku mengenai strategi perusahaan, misalnya buku Strategic Management karangan Gamble,
Strickland, dkk.
Tes
LGD dilangsungkan dalam durasi enam puluh menit, terdiri dari pemahaman kasus
selama dua puluh menit dan diskusi kelompok selama empat puluh menit. Kelompok
saya mendapat kasus tentang suatu perusahaan jasa keuangan yang merupakan market leader di suatu negara, mendapat ancaman dari kompetitornya, yang
melakukan joint venture. Kita diminta
untuk memberikan pendapat guna meningkatkan pangsa pasar kita, menentukan
produk yang akan kita jadikan produk unggulan, serta menentukan cara pemasaran
yang tepat. Selain diskusi, jangan lupa untuk menuliskan pendapat pribadi di
kertas yang sudah disediakan.
Di
sini lah perlunya ketenangan dan ketelitian dalam memahami kasus. Saran saya,
tidak perlu terburu-buru. Saya merasa bersalah karena menjerumuskan tim atau
kelompok saya, dengan menyarankan strategi yang sifatnya defensif, karena saya
kurang teliti ketika membaca instruksi. Sudah jelas yang diminta adalah meningkatkan pangsa pasar. Artinya kita
harus menerapkan strategi yang bersifat ofensif. Kita harus menerapkan strategi-strategi
yang agresif dan ampuh sehingga pangsa pasar kita naik.
Saya
beruntung mendapatkan rekan-rekan diskusi yang ramah dan sangat partisipatif.
Situasi diskusi berjalan kondusif dan nyaman untuk berpendapat. Kami juga mudah
untuk menentukan kesepakatan. Karena percaya diri yang tinggi, kami memutuskan
untuk menyudahi diskusi sebelum waktu yang ditentukan habis. Disinilah perlunya
kebijaksanaan dari rekan-rekan sekalian untuk tetap cermat dalam menggunakan
waktu yang disediakan. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan dan
benar-benar manfaatkan waktu yang telah disediakan. Karena ketika kita
memutuskan untuk menyudahi diskusi, kita tidak bisa lagi meminta waktu untuk
membahas hasil diskusi, meskipun masih ada waktu yang tersisa.
Ada
juga hal janggal saya perhatikan ketika kami berdiskusi. Kami hanya diberikan
paket kasus yang halamannya tidak lengkap. Misalnya, saya hanya mendapat
halaman satu sampai enam, dan halaman sembilan dan sepuluh. Saya berasumsi,
rekan-rekan saya yang lain juga diperlakukan sama, masing-masing kami mendapat
potongan informasi yang berbeda. Selain itu, disudut kanan atas paket kasus
tersebut juga diberi kode yang menurut saya merupakan cara pihak penguji untuk
mengacak potongan informasi tersebut. Maka dari itu, sebaiknya rekan-rekan
sekalian menyatukan dulu potongan informasi tersebut, jangan langsung
berdiskusi dan mengambil keputusan dengan informasi yang tidak lengkap.
Keinginan
besar saya untuk bisa bergabung bersama bank BUKU I ini pun harus kandas di
tahap ini. Saya gagal untuk maju ke tahap berikutnya, yaitu medical check up. Namun banyak pengalaman
berharga yang bisa saya ambil dari peristiwa ini.
O ya, sebelum memulai diskusi kami juga
diminta untuk memperkenalkan diri dan memberikan opini mengenai pekerjaan yang
berpindah-pindah. Semoga sharing ini
membantu bagi rekan-rekan sekalian. My
Job Fair, My Adventure!
f.
Medical Check Up
L
g.
Interview User
L
Kamis, 19 Maret 2015
Pantai Baron – Wonosari
31 Maret
2014 saya berkesempatan mengunjungi sebuah pantai di daerah Wonosari Kab.
Gunung Kidul, Yogyakarta, yaitu Pantai Baron bersama beberapa orang teman saya.
Menempuh jarak dari kota Yogya sekitar 62 km kami dapat mencapai pantai baron
kurang lebih 1,5 jam. Infrastruktur jalan yang baik, ditambah kelengkapan
penunjuk jalan memudahkan kami untuk mencapai Pantai Baron. Sebelum mencapai
pantai, kami disuguhi pemandangan hutan-hutan yang masih asri dan kehidupan masyarakat
pedesaan. Pantai Baron sendiri merupakan
pantai yang mempunyai pemandangan alam yang cukup indah dan unik, dengan dikellilingi oleh tebing-tebing terjal dan
karang. Pantai Baron memiliki keunikan
tersendiri yang belum pernah saya jumpai ditempat lain.
Pantai ini
seperti terbagi menjadi dua bagian secara alami. Sehingga untuk dapat
bersentuhan langsung dengan ombak, pengunjung diharuskan menyeberang
menggunakan perahu atau berjalan melewati air yang memisahkan kedua daratan.
Kedalaman air yang memisahkan daratan satu dengan yang lainnya tidak terlalu
dalam, sekitar 1,5 m. Karena ingin bermain air dan mencicipi sensasi melawan
ombak, saya memilih untuk berjalan melewati air tersebut. Namun anda perlu
berhati-hati, karena di beberapa bagian terdapat bebatuan dan karang yang bisa
melukai kaki anda.
Setelah sampai
di seberang, anda bisa bermain sepuasnya dengan ombak yang cukup ganas.
Walaupun belum bisa dijadikan tempat surfing, namun ombak di Pantai Baron cukup
kuat untuk menghempaskan tubuh anda. Apalagi menjelang sore dan air mulai
pasang, maka ombak akan semakin tinggi dan kuat.
Tetapi hal yang
paling menarik dari pantai ini menurut saya adalah keberadaan tebing-tebing dan
goa-goa kecil disekililingnya. Selain itu juga terdapat pantai yang masih
sangat sepi, terletak disebelah timur laut pantai baron. Tidak ada satupun
pengunjung yang berniat pergi ke pantai tak bertuan tersebut. Saya tidak tahu
alasan mereka apa, tapi saya rasa karena cara untuk mencapainya cukup sulit dan
ekstrim. Dan dengan ombak yang cukup kuat serta karang disekelilingnya,
kapal-kapal yang ada di pantai baron tidak ada yang menawarkan tumpangan untuk
pergi ke pantai tersebut.
Namun itu tidak
menyurutkan saya dan teman-teman saya untuk mencari jalan. Berenang tidak saya
sarankan untuk dilakukan karena derasnya ombak. Namun kita bisa berjalan secara
perlahan diantara tebing terjal dan goa-goa kecil di antara tebing tersebut.
Dan tanpa waktu lama, kita bisa bersantai di pantai tanpa seorang pun ada
disana. Seperti memiliki pulau sendiri rasanya.
Puas
bermain-main di pantai, saya memutuskan untuk berjalan menyusuri karang-karang
di pantai tersebut. Karang-karang tersebut memberikan pemandangan yang eksotis,
dengan tebing terjal di sebelah kanannya, dan cukup memacu adrenalin bagi
anda-anda yang gemar berpetualang di alam bebas. Keberadaan hewan-hewan laut
seperti kepiting, umang-umang, bulu babi, serta cacing laut menunjukkan bahwa
pantai tersebut masih jauh dari tangan-tangan manusia.
Kami sengaja
pulang pada waktu sore menjelang malam, dan mampir di tempat penatapan Bukit
Bintang, untuk sekedar melepas lelah dan menikmati pemandangan lampu-lampu kota
Yogyakarta dari ketinggian. Ditemani jagung bakar dan secangkir kopi hangat,
dibalut hawa yang masih sejuk, dapat mengobati segala penat dan jenuh rutinitas.
Bagi anda
penikmat kuliner ekstrim nan nyeleneh, anda
dapat mencicipi belalang goreng aneka rasa khas Gunung Kidul. Yang satu ini
wajib anda coba karena tidak akan anda jumpai di tempat lain. Dijual dengan
harga Rp 5.000/bungkus, belalang goreng langsung bisa kita nikmati. Rasanya?
Silahkan coba sendiri. HeHeHe.
Selamat berlibur dan semoga artikel ini memberi
gambaran liburan anda nantinya
DISKON DEMOKRASI
9
Maret 2014, selesai berpartisipasi di pesta demokrasi, saya dan dua orang teman
saya segera meluncur ke Ambarukmo Plaza ( AMBLAZ). Saya lebih suka meneyebutnya
AMBLAZ ketimbang AMPLAZ, karena banyaknya orang yang berkunjung kesana seperti
akan membuat tempat tersebut rubuh alias amblas. Kunjungan saya kali ini
dikarenakan banyak sekali diskon-diskon bertebaran yang ditawarkan oleh
beberapa produk yang cukup branded.
Misalnya satu cup kopi
gratis dari Starbuck (tempat minum kopi yang paling cepet ngabisin bulanan),
buy one get two dari Baskin Robbin (es krim yang harganya cukup mentereng),
diskon sampai 20 persen untuk pembelian t-shirt di online shop salah satu fans
club klub sepakbola ternama asal Italia, AC MILAN ( Forza Milan, hhe), bahkan
salah satu tempat hiburan terlaris di bumi pertiwi, Dunia Fantasi a.k.a DuFan
memberikan diskon 50 persen, yaitu buy one get two hanya dengan menunjukkan
bukti penggunaan hak suara, yaitu tinta ungu, yang cukup merepotkan (karena
tintanya kemana-mana, nyebar keseluruh tangan, baju, sampe keypad hape). Serta
masih banyak lagi promo-promo yang saya yakin tidak terdeteksi oleh radar
diskon saya. Dan saking niatnya untuk dapetin semua diskon diatas, saya sampe
mencelupkan hampir setengah kelingking, supaya buktinya ga cepet ilang dan
tahan lama.
Dan Berhasilkah?
Ternyata setelah sampai disana, promo Starbuck sudah habis sejak sejam pertama
dimulai. Luar biasaaaaa. Incaran nomor satu saya ini laris luar biasa. Tidak
disangka-sangka, ternyata banyak juga anak muda (asumsi saya), yang mayoritas
menghuni kafe Starbuck cukup antusias dengan pemilu kali ini. Saya rasa ga
mungkin mereka nyelupin tangan ke tinta demi promo gratisan ini. Tapi walaupun
kehabisan, saya cukup senang mengingat tingginya antusias anak muda (lagi-lagi
asumsi saya) akan pemilu kali ini. Partisipasi para pelaku bisnis, entah mereka
melihat ini dari sisi promosi atau memang bagian dari kesadaran diri sebagai
warga masyarakat untuk ikut menyosialisasikan pemilu juga perlu diapresiasi karena
membantu KPU untuk mengurangi jumlah golput dan saya pikir cukup efektif.
Apatisme yang sebelumnya sering terjadi di kalangan anak muda mudah-mudahan
tidak kembali menjangkiti salah satu sumber suara mayoritas di pemilu kali ini.
Dan harapan untuk Indonesia lebih baik lagi-lagi dapat datang dari kaum muda
sebagai salah satu pelaku sejarah yang ikut mewarnai dan memerdekakan bangsa. Semoga.
C H O I C E S
Suatu
hari, di sebuah kota kecil saat jam menunjukkan pukul 12 siang seorang ayah dan
anak perempuannya berjalan menyusuri pertokoan. Sehabis pulang sekolah, tak
biasanya si ayah mengajak anak perempuan satu-satunya ini untuk berjalan-jalan.
Namun hari ini berbeda. “Pasti karena ulang tahunku ‘kan yah?” sahutnya.
“Hahahha.. Kamu tau aja. Makanya hari ini ayah mau membelikan sesuatu buatmu.”
“Sesuatu yang aku suka yah?,” tanya gadis kecil tersebut. “Mmmmm.. Kita liat
aja nanti ya, biar jadi kejutan.” “Asiiikkkkkk....,” teriaknya sambil menari
kecil.
Ketika
mereka melintasi sebuah toko mainan, si ayah mengajak putri kecilnya masuk.
Sontak hal ini membuat anak berumur tujuh tahun itu girang bukan kepalang.
Tidak ada lagi hadiah yang dia harapkan selain sebuah boneka kucing berbulu
lebat. Pertama ia melihatnya di televisi, ia langsung menginginkan boneka
tersebut menjadi teman bermainnya. Dengan cepat ia berlari menuju rak yang
memajang boneka tersebut, dan mengambilnya tanpa ragu, seolah ia tidak punya
pilihan lain. Si ayah diam saja mellihat tingkah putrinya, dan membiarkan anak
tunggalnya itu memeluk boneka tersebut dengan sangat gembira. Ia tau persis
kesukaan putrinya, dan membiarkannya bermain-main dengan boneka itu.
“Ayah, yang ini ya, lucu. Aku suka banget.
Hihihihi...”
“Kamu
yakin ga mau liat-liat dulu? Masih banyak loh yang lain, itu yang jerapah juga
lucu.”
“Ga ah,
yang ini aja. Aku ga mau yang lain ayah. Liat nih, dia juga suka ku peluk,”
katanya sembari menjulurkan boneka tersebut kepada ayahnya.
“Hmmmmm...
,“ ayahnya hanya menggumam pelan sambil tersenyum.
Tak
terasa sudah hampir lima belas menit mereka menghabiskan waktu di toko
tersebut. Dan selama itu pula anak perempuan itu terus memeluk boneka kucing
kesukaannya. Tak jarang ia menciumi boneka tersebut.
Tiba-tiba,
ketika ia hendak menghampiri ayahnya untuk memastikan pilihannya, anak itu
bersin-bersin. Semakin lama semakin menjadi, sampai-sampai ingus keluar dari
hidung mungilnya. Melihat hal itu, ayahnya dengan sigap mengambil boneka itu
dari tangan putrinya. Tentu saja hal ini membuat putrinya bertanya-tanya. “Ada
apa yah? Kok diambil? Mau dibayar ya?,” tanyanya sambil mengusap hidung dan
matanya.
“Ayah
pikir, karena ini ulang tahun kamu, gimana kalau ayah yang milih hadianya?”
Si anak
terlihat sedikit bingung dengan ide ayahnya. “Ayah yang pilih? Tapi ayah pilih
yang aku suka ya. Boneka ini yah,” katanya sambil mengguncang-guncangkan tubuh
ayahnya.
“Gimana
ya... Tadi ayah liat ada boneka panda yang lucu disebelah sana. Warnanya belang-belang
gitu, hitam putih. Lucu deh, pasti kamu suka.”
Tanpa
pikir panjang, anak tersebut langsung menolak ide ayahnya. “Gamau yah, aku
maunya yang ini aja. Dia lebih lucu, bulunya lebat banget, hachimmm..enak kalau
dipeluk-peluk, hachimmmm,” rengeknya sembari bersin-bersin.
Si ayah
terlihat iba dengan rengekan ayahnya. Kemudian dia berlutut, dan menyejajarkan
tubuhnya dengan tubuh anaknya, terlihat seperti akan berbicara serius tentang
sesuatu. “Nak,”sahutnya sambil menghela napas pendek,”kamu yakin bisa
merawatnya dengan baik?”
“Bisa
ayah, aku pasti menjaganya dengan baik. Janji deh.”
“Hmmmm...”
si ayah hanya bisa menggumam melihat kesungguhan hati putrinya. “Iya sih, ayah
lihat kamu suka banget sama boneka ini, tapiii... kamu liat gak, kalo sejak memegang
boneka ini, kamu jadi bersin-bersin terus? Liat tuh, ingusnya sampai meler
gitu,” kata ayahnya sambil mengusap ingus yang
terus-terusan mengalir di hidung putrinya.
“Enghh,
iya sih. Tapi kan tadi enggak, baru ini aja bersinnya. Mungkin bukan karena dia
ayah, Dodo gatau apa-apa, dia ga salah kok.”
“Dodo?
Hahahahha...” Ini memang sudah menjadi kebiasaan putri kecilnya untuk menamai
benda-benda yang dia sukai. “Iya, tapi waktu kamu peluk dan cium-cium si Dodo,
ga lama kemudian kamu bersin kan? Kamu tau kenapa?”
“Kenapa
yah? Karena si Dodo belum mandi?”
“Hahahaha...
Bukan sayang. Kamu bersin karena kamu ga bisa dekat-dekat bulu yang lebat kayak
Dodo ini terlalu lama.” Si ayah tahu, putrinya tidak akan begitu saja menerima
penjelasannya.
“Tapi
yah, aku suka banget sama Dodo,” matanya mulai berair dan mukanya memelas
memohon pengertian ayahnya.
“Iya,
ayah tahu. Tapi coba kita liat dulu Kuri ya, dia juga ga kalah lucu kok,
pipinya tembem lagi, kayak kamu. Hehehehhe.”
“Kuri?,”
tanyanya sambil mengikuti ayahnya menuju salah satu rak di ujung toko.
Sesampainya di rak tersebut, si ayah langsung menjulurkan sebuah boneka panda
kepada putrinya. “Halo namaku Kuri, salam kenal,” kata ayahnya sambil mengubah
suaranya menyerupai suara anak kecil.
Putrinya
terlihat tidak begitu antusias ketika menerima boneka itu dari tangan ayahnya.
Ia diam saja sambil membolak-balik boneka tersebut, seolah-olah mencari-cari
sesuatu yang terselip di boneka itu. Matanya seperti menerawang sesuatu, dan
tatapannya tidak secerah ketika ia menggenggam Dodo, boneka kucing berbulu
lebat yang sudah lama ia idamkan.
“Gimana?”
tanya ayahnya. Meskipun ia tahu, putrinya tidak begitu senang dengan
pilihannya, tetapi ia mencoba untuk meyakinkan putrinya itu dengan pilihan yang
ia berikan. “Baguskan? Liat deh, pipinya tembem gitu.”
“Jadi
ayah mau ngasi Kuri buat aku?” tanyanya muram. “Iya sih, dia lucu, tapi dia ga
sebagus Dodo yah.”
“Coba
kamu peluk-peluk dulu si Kuri. Kan kamu belum lama sama dia, gimana kamu bisa
tahu sayang.”
Dengan
enggan, putrinya mengikuti saran ayahnya. Lama ia mencoba untuk menghibur diri
dengan pilihan ayahnya. Dia peluk dan cium si Kuri, sama seperti yang dia
lakukan pada boneka kucing berbulu lebat sebelunmnya. Sesekali matanya masih
melihat ke arah Dodo, yang diletakkan begitu saja oleh ayahnya di dekat kasir.
Namun ia tahu, ayahnya tentu ingin memberikan yang terbaik baginya. Selama ini
tidak pernah sekalipun ia dikecewakan oleh ayahnya. Ia tahu, ayahnya begitu
menyayanginya.
Lama-lama,
ia merasa nyaman dengan Kuri. Terutama karena ia tidak bersin lagi. Dalam
hatinya ia senang, karena dia bisa lama-lama bermain dengan boneka panda ini.
“Kalau dengan Dodo, mungkin aku udah bersin lagi,” pikirnya. “Kalau
dilihat-lihat, kamu lucu juga Kuri. Pipi kamu tembem, mata kamu bulet, terus
perutnya buncit lagi. Enak buat dipeluk-peluk.” Ayahnya yang melihat dari
kejauhan juga senang karena putrinya menyukai pilihannya.
“Yah,
Kuri aja deh ya. Ini, ayo kita bawa Kuri pulang, dia mau minum teh sama aku
katanya. Hehehehe.”
“Iya
deh, tapi nanti papa juga ikut dibikinin teh tapi ya. Hehehehe.”
Tentu
kita sudah sering dihadapkan pada bermacam-macam pilihan sulit seperti diatas.
Apalagi kalau kita benar-benar menginginkan sesuatu yang kita sukai, seakan
tidak ada pilihan lain bagi kita selain apa yang kita senangi tersebut. Maunya
itu, hanya itu, cuma itu. Maunya kamu, cuma kamu, hanya kamu. Bukan begitu?
Tentu
tidak mudah bagi kita melepaskan sesuatu yang begitu kita sukai. Hal ini sangat
wajar dan lumrah terjadi. Terutama kalau urusannya udah soal asmara. Orang yang
paling susah dikasih tahu adalah mereka-mereka yang sedang dimabuk cinta.
Namanya lagi mabuk, ya udah ga rasional lagi. Lagi lagi ya maunya kamu, cuma
kamu, hanya kamu.
Ada
kalanya baik bagi kita untuk menarik diri, sejenak keluar dari ke-akuan kita
sendiri. Dan tidak membiarkan diri kita larut oleh keinginan semu yang kita
yakini sepenuhnya benar. Apakah dia memang yang terbaik? Benarkah kita tidak
punya pilihan lain? Apa kita benar-benar mati tanpanya (kan “aku mati tanpamu”
katanya)?
Penulis
juga pernah mengalami hal serupa. Ketika itu terjadi di medio 2013-an, penulis
rasanya sudah “menutup mata” untuk kemungkinan lain. “Pindah” menjadi hal yang
begitu sulit untuk dilakukan. Ditambah lagi, pihak lawan jenis mantap dengan
pilihan “tidak ada jalan kembali.” Tentu saja hal ini memperparah keadaan yang
sudah keruh. Bagaimana tidak? Belum berusaha saja sudah dicekal.
Banyak
cara yang penulis coba lakukan untuk menghilangkan kegalauan ini. Pertama,
meminta bantuan pihak lain, yaitu mencari pasangan baru. Harapannya saat itu,
hal ini bisa membantu melupakan dia yang dulu pernah ada. Tapi hal ini tidak
berjalan dengan baik. Saran penulis, jangan coba cara yang satu ini kalau anda
belum selesai membersihkan “ruang tamu” di hati anda dan siap menerima “tamu”
yang baru. Pada akhirnya, anda hanya akan menjalani ini setengah hati, karena
memang anda belum siap untuk hubungan yang baru. Bagaimana anda bisa memberikan
dia seluruh hati dan perasaan anda kalau anda masih mengharapkan yang lama
untuk kembali? Yang baru jadi sia-sia, yang lama tak kunjung datang. Alhasil,
jadinya seperti peribahasa “Bagai pungguk yang jatuh tertimpa tangga merindukan
bulan”.
Selesaikan
dulu persoalan anda sendiri. Kalaupun diperlukan pihak lain, jawabannya ada
pada keluarga dan teman, bukan pacar baru. Mungkin saja ada yang berhasil
dengan cara ini, mengingat ada tujuh milyar manusia di bumi ini. Tapi
keberhasilannya hanya alakadarnya. Anda harus benar-benar mengosongkan “gelas”
sebelum dapat mengisinya kembali. Kalau tidak, segalanya akan jadi campur aduk,
dan menimbulkan rasa yang aneh dan tidak nikmat.
Cara
yang lain adalah pergi dari tempat-tempat yang bisa menumbuhkan kembali
memori-memori lama tersebut. Dalam hal ini, penulis benar-benar pergi keluar
kota, dan menetap di kota lain. Selain untuk melanjutkan studi, penulis juga
ingin mendapatkan suasana baru yang jauh dari masa lalu. Tidak ada tempat
nongkrong “kita” yang dulu, jalan yang sering “kita” lewati, makanan yang sering
“kita” nikmati bersama, and so on. This is a whole new life. Kedengaran lebai
sih, tapi untuk menyembuhkan penyakit akut ya dengan obat yang khasiatnya ga
main-main. Tuntas.
Memang
ini juga ga serta merta menghilangkan semuanya. Tapi ini sangat efektif.
Banyaknya kegiatan baru, teman-teman baru, tempat-tempat baru untuk dikunjungi,
membuat penulis perlahan-lahan lupa dengan semua cerita usang. Hidup memang
berat, maka berani hidup lebih baik daripada berani mati. Dan hanya mereka yang
bisa mengatasi masalah yang terjadi, yang akan naik tingkat ke jenjang lebih
tinggi. Salam. AYS.
Senin, 17 November 2014
LIKA LIKU KENAIKAN BBM
LIKA
LIKU KENAIKAN BBM
Tepat pukul 00.00 WIB tanggal 18 November 2014, Presiden
Joko Widodo menetapkan harga baru untuk BBM bersubsidi jenis premium dan solar.
Untuk BBM bersubsidi jenis premium ditetapkan sebesar Rp. 8.500, dan untuk BBM
bersubsidi jenis solar ditetapkan sebesar Rp. 7500, masing-masing naik sebesar
Rp. 2000 dari harga semula. Hal ini menimbulkan kepanikan berlebihan dari
masyarakat. Mereka berbondong-bondong datang ke SPBU untuk mengisi penuh tangki
bahan bakar kendaraannya. Cukup
berlebihan reaksi yang ditunjukkan masyarakat menurut saya. Sebagai contoh, untuk
motor jenis Honda Supra dengan kapasitas tangki bahan bakar kurang lebih 3
liter, maka ketika mengisi bahan bakar setelah mengantri selama setengah jam
atau bahkan lebih, hanya menghemat pengeluaran sebesar Rp. 6000. Jumlah yang
sangat kecil bagi sebagian besar orang, khususnya masyarakat yang sudah mampu
untuk membeli kendaraan bermotor paling tidak sepeda motor.
Sementara
untuk kendaraan seperti mobil pribadi, yang melakukan pengisian BBM jenis
premium, ketika tangki mobilnya masih terisi setengah penuh, dengan kapasitas
tangki jika terisi penuh kurang lebih 50 liter, maka si pengendara hanya akan
menghemat Rp. 50.000 (25 liter x Rp. 2000). Menurut saya, jumlah ini relatif
kecil nilainya, bagi pengendara yang sudah mampu memiliki mobil pribadi, dibandingkan
pengorbanan mereka yang harus antri cukup lama. Dan sebenarnya, tindakan ini
pun merugikan masyarakat banyak, dan dirinya sendiri, karena akan berakibat
pada habisnya stok BBM bersubsidi karena permintaan yang tiba-tiba melonjak.
Yang dikhawatirkan adalah kelangkaan terhadap BBM bersubsidi selama beberapa
hari kedepan, karena untuk pengiriman BBM pun memerlukan waktu atau jeda.
Signifikankah kenaikan tersebut? Kenaikan sebesar kurang
lebih 30 persen tersebut sudah pasti akan menaikkan harga-harga barang dan jasa
di sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan penggunaan BBM bersubsidi. Harga-harga
barang kebutuhan pokok yang menggunakan transportasi untuk bisa sampai ke
tangan pembeli sudah pasti akan mengalami kenaikan. Tarif angkutan umum, yang digunakan
oleh masyarakat, baik untuk pergi bekerja ataupun sekolah, juga akan naik. Perusahaan
pun akan dituntut oleh karyawannya untuk menaikkan gaji karena harga kebutuhan
sehari-hari yang semakin mahal. Dan kenaikan gaji karyawan akan berdampak pada
kenaikan ongkos produksi, sehingga harga produk barang atau jasa akan semakin
mahal. Akibatnya, daya beli masyarakat terganggu dan menjadi turun, yang akan
berpengaruh pada stabilitas ekonomi nasional. Memang benar, bahwa efek domino
diatas akan terjadi dan tidak bisa dihindari. Memang benar pula bahwa biaya
hidup akan semakin tinggi. Tetapi yang harus diperhatikan masyarakat, bahwa
tujuan kebijakan ini pada dasarnya baik dan berorientasi jangka panjang. Kebijakan
ini pun sesuai dengan teori etika, yaitu utilitarianisme dan deontologi,
kebijakan yang pada dasarnya bertolak belakang.
Dalam Teori Utilitarianisme, suatu kebijakan dianggap
baik apabila memberi dampak yang baik bagi sekelompok besar orang. Sehingga
teori ini berfokus pada hasil yang akan didapatkan. Sedangkan teori Deontologi
mengganggap suatu kebijakan baik, jika si pembuat kebijakan memiliki itikad
atau motivasi yang baik, sekalipun hasil akhirnya belum tentu baik. Teori
Deontologi berfokus kepada proses, bukan kepada hasil. Disinilah letak perbedaan
mendasar dari kedua teori tersebut. Meski begitu, kebijakan menaikkan harga BBM
bersubsidi memiliki kedua unsur teori tersebut, yakni memberikan dampak yang
baik bagi masyarakat di masa mendatang dan adanya motivasi yang baik dari
pemerintah.
Dari tahun 2004-2015, pengeluaran negara untuk subsidi
BBM mencapai 1300 Triliun, jumlah yang luar biasa besar dan kurang tepat
alokasinya. Maka dari itu, tujuan utama Presiden Jokowi menaikkan harga BBM
bersubsidi adalah untuk mengurangi pengeluaran yang bersifat konsumtif, dan
menggunakan anggaran tersebut untuk kegiatan yang lebih produktif. Diantaranya
untuk melakukan investasi pada sektor maritim, seperti rencana pembangunan rel
kereta api, pelabuhan dan sea toll sebagaimana
yang sudah beliau paparkan dalam Forum APEC. Ada juga rencana untuk subsidi
dengan tujuan swasembada, yaitu memberikan subsidi bagi petani agar harga
komoditas pertanian kita bisa bersaing dengan komoditas impor, dan sektor
pertanian dapat lebih bergairah. Artinya, pos pengeluaran subsidi BBM dapat
dialihkan ke sektor-sektor lain yang lebih vital. Meskipun harga minyak dunia
saat ini sedang turun, tetapi proyek jangka panjang ini memerlukan biaya yang
tidak sedikit. Sejak awal pemerintahannya pun, Pak Jokowi sudah bertekad untuk
menaikkan harga BBM bersubsidi, yang besaran kenaikannya pasti sudah
dipertimbangkan dengan cermat.
Tujuan
kebijakan ini adalah untuk mengurangi ongkos transportasi produk dan pemerataan
harga produk barang dan jasa antar daerah. Tentu diharapkan penggunaan BBM bersubsidi
untuk kendaraan angkutan darat, seperti truk misalnya, yang biasa dipakai sebagai transport akan
berkurang, mengingat kapasitas angkut kereta api maupun kapal laut lebih besar
dibanding truk. Penggunaan kereta api maupun kapal laut akan memudahkan
transportasi antar pulau, mempercepat distribusi produk, dan mengurangi
pungutan liar seperti yang banyak terjadi di angkutan darat. Secara tidak
langsung, hal-hal tersebut dapat mengurangi harga produk, karena komponen
pembentuk harga produk seperti bahan baku dan ongkos transportasi menjadi lebih
murah. Rencana-rencana pembangunan tersebut juga akan membuka lapangan kerja
baru, dan dapat menyerap tenaga kerja baru. Sehingga bisa kita simpulkan, bahwa
kebijakan ini bertujuan untuk hasil akhir yang baik, dan memiliki itikad atau
motivasi yang baik pula.
Persoalan lain, BBM bersubsidi pun sering tidak tepat
sasaran. Sejatinya BBM bersubsidi ditujukan bagi masyarakat ekonomi menengah
bawah. Namun kenyataan di lapangan, masih banyak masyakarat kalangan ekonomi
atas yang menggunakan BBM bersubsidi, padahal seharusnya mereka menggunakan BBM
jenis pertamax. Bahkan tidak jarang juga mobil-mobil mewah menggunakan BBM
bersubsidi. Sehingga anggaran pemerintah untuk subsidi kerap kali jebol akibat
penggunaan BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran ini. Sebagai jalan tengah,
pemerintah memilih untuk menaikkan harga BBM bersubsidi mendekati harga
Pertamax, mengingat kesadaran yang rendah dari masyarakat untuk beralih ke
bahan bakar non-subsidi.
Masalah perut memang sulit untuk ditoleransi. Dengan
banyaknya masyarakat yang masih berpendidikan rendah, atau tidak berpendidikan,
maka masih banyak masyarakat yang memiliki pola pikir “makan hari ini ya hari
ini, besok urusan besok”. Artinya, mayoritas masyarakat kita tidak berpikir
jauh ke depan. Sebenarnya pemerintah juga tidak lepas tangan. Pemerintah
meluncurkan kebijakan perlindungan rakyat kecil, yakni Kartu Indonesia
Sejahtera, untuk memberikan kompensasi langsung bagi masyarakat yang paling
rentan terkena dampak kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Hal ini dirasa lebih
tepat sasaran, karena langsung menyentuh kalangan yang membutuhkan. Penggunaan
kartu chip yang langsung terhubung ke handphone seluler, seperti yang
disampaikan oleh Menkominfo Rudiantara diharapkan akan meminimalisir
penyelewengan pemberian kompensasi ini oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggungjawab. Peran kaum intelektual, cendekiawan, pemuka agama, dan
mahasiswa, diharapkan dapat memberi pengertian bagi saudara-saudara kita yang
lain, bukan malah menimbulkan kekacauan yang lebih masif.
Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang berani mengambil
resiko, sekalipun dia akan dihujat oleh orang banyak, tetapi demi tujuan yang
lebih baik, dia siap berkorban. Bukan pengecut yang memilih untuk “berlindung”
dan mengambil sikap yang menguntungkan dirinya sendiri, dengan kedok
kepentingan orang banyak. Semoga pemerintah benar-benar mengeksekusi rencana
pembangunan jangka panjang tersebut dengan baik, sehingga kenaikan harga BBM
bersubsidi tidak sia-sia, dan pengorbanan rakyat juga dapat dibayar lunas, kelak
ketika masyarakat bisa merasakan dampak positif kebijakan ini. Apabila
terealisasi, pemerintah akan berhasil memenangkan hati rakyat yang sudah sering
ditipu oleh kebijakan semu pemerintahan sebelumnya. Salam. AYS.
Selasa, 28 Oktober 2014
Young People Swear Day
Selamat Hari Sumpah Pemuda bagi seluruh pemuda-pemudi Indonesia. Bicara soal pemuda, biasanya yang terlintas di pikiran kita adalah manusia dengan rentang usia 17-30 tahun, enerjik, dan selalu ingin tahu (karena masih dalam tahap pencarian jati diri). Tapi pemuda bukan bicara soal usia. Age is just in your state of mind. Usia itu apa yang kita pikirkan. Sekalipun fisik kita sudah tua, tapi kalau jiwa kita muda, maka kita pantas disebut pemuda. Maka bukan tidak mungkin ada pemuda yang berjiwa tua kan?
This world too big to explore. Banyak hal menarik di dunia ini untuk kita cari tahu dan selami. Tetapi kenapa banyak pemuda yang menyibukkan diri dengan hal-hal tidak penting? Sebagai seorang akutan, dalam ilmu akuntansi manajemen, ada yang disebut "peristiwa yang menambah nilai atau tidak". Kalau menambah nilai, maka pertahankan. Kalau tidak, ya di hilangkan. Dengan banyaknya hal untuk di explore tersebut, kok masih sempat-sempat nya tawuran, berantam, balapan liar, makai narkoba, seks bebas, dll. Apakah hal tersebut menambah "nilai" kita sebagai pemuda? Jelas tidak. Perdalam kompetensi anda di bidang ilmu yang anda gemari. Kalau mau ya jangan balapan liar, tapi jadi pembalap profesional, bukan pembalap gadungan yang mati konyol di jalan.
Setiap negara sangat bergantung kepada pemudanya. Akan jadi apa negara itu ke depan, di tentukan oleh pemuda-pemuda yang akan mengambil alih kepemimpinan. Maka kalau pemudanya menjadi generasi emas dan berprestasi, bahagia lah negara tersebut karena kesejahteraan dan kemakmuran pasti akan mereka rasakan. Banyak hal yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan jika pemudanya kompeten di bidang masing-masing, apapun itu.
Apa jadi pemuda baik-baik itu ga enak? kenapa tidak? banyak hal menarik yang dapat kita lakukan selagi muda. Bermusik, olahraga, naik gunung, ngumpul sama temen, baca komik, baca buku, etc. Termasuk kegiatan religius untuk mendekatkan diri pada sang pencipta. Akhirnya, keseimbangan jiwa dan raga pun terpenuhi. Itu yang harusnya dilakukan pemuda masa kini. Kalo pemuda jaman dulu berkutat dengan penjajah dan persatuan Indonesia, maka tugas kita untuk meneruskannya dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara ini. Kedepan, kompetisi tentu semakin ketat dan sulit. Kalau tidak siap, maka siap-siap tersingkir dari persaingan.
Akhir kata, semoga kita sebagai pemuda masa kini sadar akan tugas dan tanggung jawab kita. Kita bisa tetap mengisi diri sambil bersenang-senang dan menikmati hidup bukan?
Langganan:
Postingan (Atom)